Sebagaimana dimaklumi bahwa pendidikan merupakan hal utama dalam pengembangan dan pembinaan karakter serta kepribadian. Sebagai kelompok masyarakat yang ditempa dalam pendidikan keagamaan (pesantren); masyarakat Cibeber (saat itu masih dalam wilayah Desa Bondan) mempunyai kepentingan serta tanggung jawab besar untuk mewujudkan suatu wadah pendidikan. Tahun 1952 lembaga pendidikan yang didambakan berhasil didirikan dengan swakarsa dan swadaya masyarakat yang berlokasi di Blok Glatikan dengan nama Madrasah Al-Ma'arif yang beberapa tahun kemudian berganti nama Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Mubtadi'in hingga sekarang.
Eksisitensi MI Hidayatul Mubtadi'in sebagai wadah pendidikan tidak lepas dari dukungan kuat masyarakat Cibeber. Loyalitas mereka dari awal sampai kini tetap kokoh. Waktu demi waktu data jumlah siswa semakin meningkat sehingga melampaui batas kuota ideal sebagai suatu lembaga pendidikan. Tercatat antara tahun 1980-1994 jumlah perkelas rata-rata mencapai 50 hingga 60 siswa. Menyikapi hal tersebut, Bpk. H. Maksuni (saat itu kepala Madrasah) mengambil kebijakan untuk menjadikan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Mubtadi'in Cibeber menjadi dua unit. Maka pada tahun 1995 lahirlah MI Hidayatul Mubtadi'in 2 Cibeber. |